About me

Foto Saya
Ajeng Rizky Octavia
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Surgeon in the future. Albert Einstein. Science Enthusiasm. Big time dreamer. Social media activist. Write when inspired, write to inspire!
Lihat profil lengkapku

Aku Kamu Dia Kami!

*salam salaman*

Udah lama nih ga berbagi kisah kasih ya pengunjung setia~ mana suaranya ? 
Sekarang, aku udah ga disibukkan oleh ujian lagi. Tinggal nunggu pengumuman nih.. mohon doanya ya!
"Nunggu"
Sambil nunggu pengumuman, mending posting :) iya kan? nah cekidot aja ya :bd


Pramuka. Inilah tema yang akan aku bahas, flashback dikit sih ya :) Aku kangen sama ScoutOne 5 :) Walaupun belum resmi jadi alumni, aku udah jarang latihan nih...


Itu rimba kami, senjata dan perisai kami.



*speechless*  



Ini dia adik kelasku. ScoutOne 6 :)

 We Are The One!

ScoutOne 5









1. Demas Galang Nuswantara
Panggil aja Demas. Anaknya eksotis, cara jalannya dia khas banget. Jago memalsukan tanda tangan  orang lain. Mukanya serius kagak nahan. Kadang dibully sama anak-anak, tapi dia tetap tegar dan mencoba bangkit menghadapi semua kenyataan. Pinter, logikanya keren. Baik. Jail. Jail ba-nget. Danton ga kesampean. Gitaris yang sedang berproses. He's not squidward anymore.






2. Ditto Fauzandhiiya
Mantan Ketua OSIS. Banyak yang suka sama anak ini. Gagah. Pinter. Keep calm and cool. Semenjak lengser dari OSIS, anaknya agak "maceuh". Kalau kepepet, suka minum air keran. Eksis banget anaknya. Sama sekali ga jail. Kadang tanpa ekspresi. Setiap lomba PBB, dia jadi danton. Nah, ditto baru danton kesampean nih. Danton terbaik pula. *eh ada demas*


3. Raihan Rahman Suhendi
Panggil aja cile. 1001 alasan kenapa dipanggil cile. Alisnya nyambung. Dia dekan memasak. Kadang omongannya nyelekit. Aku gatau itu sengaja atau engga. Yang jelas, anaknya humoris. Anaknya pinter. Kalau dia udah serius, ngeri deh. Cile itu rajin. Rajin banget. Kalau ga ada si cile, ga rame deh.


4. Sony Esa Nugraha
Panggil aja sony. Aseli orang sunda. Sunda pisan lah pokona mah. Putih, alisnya tebel. Ganteng ko ganteng. Sony itu orangnya gokil. Emang sih kalau forum kayaknya Sony banyak diem. Aku yakin, dia diem berarti berfikir. *apa* Ok, Sony orangnya gokil. Sering disebut Pak Ustadz. Semoga bisa jadi ustadz beneran ya!


5. Surya Dwi Fachrozie
Surya. Pratama putra. Kecil kecil cabe rawit. Maksudnya, omongannya kadang pedes. Lebih pedes dari cabe. *loh* Anaknya pinter. Cocok banget jadi pemimpin. Serius banget deh mukanya. Tapi, sekali konyol tetep konyol (hidup bingung). Aku yakin, cepat atau lambat pasti anak ini bakal menjulang lebih tinggi tinggi dan tinggi dari saat ini. Ga nyesel deh kenal sama Surya. Kenalan deh kenalan. Follow twitter (baru) dia @annefachrozie hahaha




Itu dia 5 elangnya ScoutOne 5. 




1. Fenny Tri Mardiani
Panggil aja Fenny. Ada yang manggil teteh, mba atau pepen. Rada ke-jawa-an dikit. Punya saudara kembar yang ga kontroversial. *maksudnya* Pipinya tembem, sering dicubitin. Pacarnya anak ini orangnya item tapi manis tapi item tapi manis tapi item. Item. Suka sama teddy bear dan doraemon. Pinru waktu lomba ScoutOne 5 pertama ! "Ga ada kata menyerah selain berusaha mulai detik ini."


2. Deacta Ayu Digpasari
Panggil aja Dea. Anaknya ceria. Kadang rempong. Tinggi sih anaknya, lebih tinggi dari ditto. Rajin ngajak akhwat ScoutOne latihan. Dea itu lucu, kadang kalau ngelucu malah ga lucu. Yang jelas, ini anak susah dideskripsikan deh. (bukan berarti abstrak)



3. Fairuz Rifani
Panggil Fay atau Fani. Anak di 15 yang diciptakan untuk 13nya (apa sih). Berputar di Londyn dan Wojcieh Tomasz Szczesny. 2 tangan sebagai sandaran di atas kanvas. Goonerette. Ga suka gelap. Katanya sih takut makin ga keliatan. Ngaku idiot. Kalau latihan jarang nyampe sore, schedule dia emang padet. yaa.... gitu deh. "aku cuma punya 1 cermin yang ga bisa orang liat"


4. Nadia Putri Nurfadillah
Sering dipanggil Teput. Baru aja berumur 15 tahun (liat ava twitnya deh.. dikasih kado gede gitu sama pacarnya). Hobinya photography. Jepretannya ga bisa diragukan lagi. Hampir semua fotonya 'nyeni' deh. Anaknya solehah, cantik, jago gambar. Artistik gitu lah pokoknya. Aseli orang bandung barat. "Manjadda wajadaa"



5. Fitri Setiawati
Panggil aja Fitri. Anaknya pinter. Cerewet pula. Tapi cerewetnya asik, enak didenger. Mungkin karena logatnya "padalarang" banget kali ya. Anaknya manis. Berfikir kritis. Solehah pula. Kalau lomba, fitri tuh udah paling serius dan sering ngasih ide ide keren buat ngatur strategi. Anaknya ekspresif loh..


6. Risti Putri Wulandari
Risti. Sering banget online. Rajin nyari informasi jadi jangan pernah bilang dia kurang update. Solehah banget. Ga aneh aja kalau dia disebut bu ustadzah. Kalau forum sih seringnya diem dan senyam senyum gitu.. Rajin banget latihan. 


7. Fatma Mulyardi.
Pratama putri. Anaknya ceria banget nget nget. Baik lagi. Canti pula. Pemimpin yang sabar banget. Anaknya narsis, addicted gitu sama lensa kamera. "Aku itu orangnya biasa-biasa aja. Paling anti sama yang namanya ribet. Pokoknya simple.

Itu dia soulsisters dan soulbrothers aku. 



Aku. Udah. UN!

Mei nih Mei. Aku udah UN loh! Sebenernya sih belum lega lega amat, tapi ada cita rasa tersendiri aja kalau udah UN. Ga usah nyeritain UN deh ya, ga enak juga sih ngomongin UN 2012 (semoga tau ya maksudku). Nah, mei ini tuh lagi booming sama test SMA nih, itu loh yang RSBI... *terus? Lu curhat Jeng?*

Ok ok ok, sebenernya ada yg berkecambuk dalam hati jiwa jiwa kelas 9. Apa? nah. SMA atau SMK? Temen seperjuanganku sih, Surya namanya. Dia minat banget masuk SMK. Bertolak belakang banget kan sama aku. Aku minatnya masuk SMA. Jujur, aku sih belum ngerti SMK itu kayak apa. Makanya aku browsing nih. Sebenernya sih bukan browsing ttg SMA, tapi ttg lebih baik pilih SMA atau SMK. Kira kira pilih yg mana ya? Cekidot!

BAGI kalian yang sudah lulus SMP, tentunya bertanya-tanya, akan melanjutkan ke mana ya? SMA atau SMK? Pertanyaan ini wajar aja karena di tahap sekolah menengah itulah seseorang akan menentukan jalan saat akan mencapai cita-cita tertentu.


Misalnya, apakah dia akan menekuni satu bidang tertentu yang sudah dipelajari sejak bangku sekolah menengah seperti yang ditawarkan di sekolah kejuruan, atau masih ingin mempelajari ilmu secara umum yang diajarkan di SMA.
Namun, yang terpenting, sebelum mengambil keputusan, kamu harus tahu dulu ke mana arah program pembelajaran yang ditawarkan oleh SMA atau SMK. Sehingga, keputusan yang akan diambil nantinya benar-benar mantap karena akan berpengaruh pada masa depan kamu.
Hafidz misalnya. Mantan siswa SMP Kartini ini awalnya mengaku cukup sulit untuk menentukan pilihannya. "Dulu saya penginnya masuk SMK karena hobi saya di bidang otomotif," ungkapnya. 

Tapi seiring waktu, Hafidz juga mulai menyenangi bahasa Inggris. "Nah, di sinilah mulai bingung milihnya," imbuhnya.
Hobi otomotif, sudah ditekuni Hafidz sejak lama. Bahkan cowok yang akrab dipanggil bogel ini sering ikutan kontes modif motor. "Minimal kalo saya masuk SMK bisa semakin terasah," ungkapnya
Namun setelah lulus dengan nilai lumayan Hafidz pun memutuskan untuk memilih SMA agar bisa melanjutkan ke fakultas sastra Inggris. "Akhirnya saya memutuskan ambil SMA aja. Lagian saya tidak aktif lagi dalam bidang otomotif," terangnya.
Kegelisahan juga sempat melanda Melisa saat akan menentukan sekolah mana yang akan dipilih. Siswi SMK Real Informatika ini mengaku, dulu juga kebingungan memilih SMA atau SMK. "Awalnya masih bingung, tapi setelah konsultasi dengan guru, akhirnya saya memilih SMK," ujarnya. 
Keputusannya diperkuat karena hobi Melisa di bidang multimedia seperti animasi. "Saya suka mengambar kartun dan ingin menekuninya. Salah satunya jawabannya adalah SMK. Soalnya, kalau masuk SMA, bakalan masih lama mencapai cita-cita saya," ungkapnya
Menurut Bapak Joni Ahmad, SE, MBA praktisi pendidikan yang juga advisor di beberapa sekolah di Batam, baik SMA dan SMK sama-sama memiliki keunggulan tersendiri. 

"Kedua sekolah tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Tinggal bagaimana kebutuhan siswa, apakah ingin langsung kerja atau memiliki cita-cita untuk kuliah," ujarnya.
Bapak Joni menjelaskan program belajar SMA memiliki keunggulan dalam penguasaan konsep, cara berpikir, performance sebagai bekal ke pendidikan berikutnya. Sedangkan program belajar SMK memiliki keunggulan khususnya dalam hal penguasaan skill atau keterampilan yang bisa langsung digunakan sebagai modal kerja.
"Jika kamu ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, pilih SMA. Jika lulus nanti, kamu ingin langsung bekerja SMK adalah pilihan tepat," terangnya. Pria berkacamata ini melanjutkan setelah mengetahui kelebihan SMA dan SMK sebaiknya mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga.
"Apabila memiliki keluarga yang mampu membiayai hingga kuliah, memilih SMA menjadi tak masalah. Namun apabila  kondisi keuangan keluarga tidak memungkinkan sebaiknya memilih SMK. Nah, setelah memiliki dana, lulusan SMK masih bisa kok melanjutkan kuliah," katanya. 

Ya, semoga bisa bikin readers ga bingung lagi ya milih SMA atau SMK *untuk kelas 9 saja* yang udah ga galau milih SMA atau SMK, semangat deh ya. Selamat juga ya.

Teks Drama B.Indo - UPRAK!

Cinta atau Sahabat?


Kehidupan remaja tidak luput dari masalah cinta dan persahabatan. Hari-hari para remaja selalu dihiasi oleh pengalaman-pengalaman berharga yang akan menjadi sejarah dalam hidup seseorang. Tidak hanya pengalaman, kisah kasih pun selalu menngisi lembaran hidup para remaja. Biasanya, para ababil atau ABG labil mendapatkan semua kisah kasih itu di sekolah.
Suatu hari, segerombolan anak SMP sedang berbincang-bincang mengenai banyak hal. Mereka belajar di salah satu sekolah internasional ternama di Indonesia, Black Wood. Sekolah Black Wood adalah sekolah yang sangat terkenal, selain muridnya yang cerdas mereka juga terkenal dengan gayanya yang mewah.

-Saat istirahat-

Diran   : “ hai kim, ntar pulang bareng sama gue ya “
Kim     : “ Oke ntar gue tunggu loe di depan kelas gue “
Diran   : “ gue ke kelas duluan ya, bye kimmy *-: muach :-*”
Kim     : “ hah ?! iya iya”
Jame    : “ dadah kimmy!”
-saat di kelas-

Lia       : “Kim! Kim! Loe udah denger belom ?”
Kim     : “ Belum emang ada apa ?”
Lia       : “ katanya sih gue denger bakal ada anak baru, katanya sih cowok”
Kim     : “ oh ya ?! pindahan mana?!”
Lia       : “gue juga gatau”
Kim     : “ liat ntar aja deh gue penasaran”
- Bel pulang sekolah pun berbunyi Diran sudah menunggu di depan kelas kim-
Lia       : “ Kim, tuh Diran udah nunggu “
Kim     : “ Oh  ya udah”
Lia       : “ Gue pulang duluan ya”
Kim     : “ oh oke hati – hati ya”

- Diran masuk ke kelas dan mengajak Kim pulang, dan sampai di rumah masing-masing.

Keesokan harinya anak baru itupun mulai belajar di sekolah itu,sebelum masuk ke kelas, dia bertemu dengan anak – anak populer
Anis     : “ eh, rin liat deh itu ada anak baru’
Irin      : “ mana ?! mana ?!, ih apaan sih”
Anis     : “ Ganteng tau, tapi sayangnya loe tau sendiri kali”
Irin      : “ iya gue tau dia cupu, tapi ganteng dari mana? Hellooo anis?!”
Anis     : “ oke, oke dia emang cupu.. tapi liat aja ntar”
- Diran , Kim, Jame, Hakim dan Lia mendatangi anak baru itu
Diran   : “ eh! Loe anak mana loe?! “
Jame    : “ Eh loe anak baru ya?!”
Lia       : “ udah tau anak baru, malah loe tanya lagi”
Kim     : “ udah siapa nama loe?!”
Trian    : “ iya aku anak baru nama aku Trian Amoz, nama panggilanku Cepicay,
                 Lebih singkat lagi pecay, makanan kesukaan aku capcay, hobi aku ngacay
Jame    : “ ahahahaha! Serasa lagi ngisi biodata nih”
Lia       : “ hahaha! Ngelawak loe ?”
Trian    : “ ga ko..ngga emang biasanya aku kaya gitu, bener deh”
Diran   : “ udahlah anak copo kaya gitu, gak usah diladenin, ayo cabut!!”
Jame    : “Ayo..Ayoo. dadah anak baru yang copoo!”
            Saat trian masuk ke kelas, trian mengenalkan diri kepada teman – teman yang ada di kelas itu dan trian pun berkenalan dengan Igy.
Trian    : “Halo, nama aku Trian Amoz, nama panggilan aku cepicay, lebih singkat
                Lagi pecay, “
Igy       : “Halo juga, nama aku igy wiliawati, salam kenal ya, semoga kamu bisa jadi temen aku yang baik.”
Trian    : “Okey, aku boleh duduk sama kamu gak?”
Igy       : “boleh, dengan senang hati”
            Sementara itu, igy yang baru kenal dengan Trian,  menjadi sangat dekat dengan Trian. Sedangkan Anis… Anis ternyata menyukai Trian dan berusaha untuk mencuri perhatiannya..
Anis     : “Rin, sebenernya gue masih keingetan terus sama anak baru itu.”
Irin      : “wah gila loe, jangan – jangan loe suka sma tu anak, si pecay”
Anis     : “hah, namanya pecay? Seriusan?”
Irin      : “iya seriusan, tadi gue denger dari anak gerombolan itu”
Anis     : “masa pecay sih namanya? Gak ada nama lain apa?”
Irin      : “itu sih nama panggilannya, nama aslinya trian amoz, gak nyangka kan
                Namanya lumayan bagus, gak nyambung banget sama nama panjangnya”
Anis     : “tapi gak apa sih, namanya aneh unik gitulah”
Irin      : “mulai deh ya.. lu belain si pecay terus”
Anis     : “Gapapa kali rin namanya juga mengagumi, gitu banget sih lu”

            Dilain tempat hakim bertemu dengan trian...

Trian    : (menabrak hakim di depan gerbang)
              “eh, maafin aku udah nabrak kamu!”
Hakim : “Nyante aja kali cay!, ga usah ketakutan gitu”
Trian    : “dikira aku kamu marah, jadi maaf ya”
Hakim : “sip, nyante aja!

            Semakin hari trian dan hakim pun semakin dekat. Teman – teman hakim yang lainpun merasa Hakim & Trian menjadi teman dekat. Bukan hanya hakim yang dekat dengan trian tapi kim juga jadi dekat dengannya.

Diran   : (muka bete dan kesal)

Jame    : “eh kenapa tuh muka, kesel banget kayanya?”
Diran   : “gue ga suka sama sifat dan sikapnya kim!”
Jame    : “kenapa? Kim berubah? Atau lu ga suka ngeliat kim jadi deket sama si
    Pecay?”
Diran   : “ya gitu, tetep aja gue gak suka sama kim yang deket sama trian amos itu.
Jame   : “ Udah lu sekarang sabar aja dulu, liat ntar kedepannya gimana. Kalau
               Kim sikapnya makin bikin loe nyesek, lu harus ambil tindakan bro !”
Diran  : “ Sekarang gue bisa sabar, tapi liat aja nanti !” ( wajah kesal )

Pulang sekolah pun tiba...

Hakim, Trian, Lim, Anis pun berkumpul di depan kelas Hakim

Anis: “ Aduh gatau ya gue pusing  lama- lama sekolah disini pelajarannya
             Ituloh “ ( wajah murung )
Igy   : “ Namanya juga pelajar pasti harus belajar yang rajin dong Nis!
Trian : “ Eh iya, ayo kita pulang. Aku banyak PR nih.”

Saat mereka sedang berjalan bersama, tiba2 diran dan jame pun datang menghampiri mereka.

Diran   : “kim, gue mau ngomong sama loe sekarang juga!”
Kim     : “bentar, eh gue kesana dulu ya..”(dan kim pun pergi, meninggalkan teman2nya)
Diran   : “eh, gue mau nanya sama loe, loe kenapa sih, berubah drastis banget, jadi             gabung sama anak2 copo itu, dan niggalin gue gitu aja.”
Kim     : (muka tak peduli) “gapapa, gue biasa aja kok.. udah deh bilang aja loe cemburu kan gue deket sama anak anak itu?
Diran   : “ya gue ngaku! gue cemburu sama loe dan gue juga udah bosen sama loe, dan gue mau sekarang kita putus, end.. -_-
Kim : (shock) “Ok! Gue terima keputusan loe. 1 hal yang harus loe tahu. Gaul itu ga usah milih milih. Gue gabung sama anak yang kurang terkenal, bukan berarti imej gue turun. Mereka emang dijuluki culun atau apalah.. tapi, mereka bener bener pengertian dan sikap mereka sama sekali ga copo. Ga kayak loe, banyak gaya. Hati sekeras baja dang a mikirin perasaan orang lain.”
Diran: “Maksud loe?! Ah udah lah. Gue males ngomong sama orang sok bijak.”
(Pergi meninggalkan Kim)

            Setelah itu, keadaan agak berubah, Kim yang semula periang kini sering sekali merenung, lalu saat yang bersamaandi kelas, hakim berbincang dengan trian...

Hakim : “cay, gimana nih sekolah disini?”
Trian    : “ga terlalu buruk sih.. tapi aku masih belum bisa adaptasi.”
Hakim: “Hah? Maksud lo cay?”
Trian :”Iya. Aku belum cerita ya kim? Kemaren aku dilabrak sama Diran.”
Hakim: “Hah..! Dilabrak gimana?”
Trian :”Diran marah gara gara sahabatnya deket sama aku. Dia ngira aku udah ngerebut life stylenya dia.”
Hakim :” wgwgwg Konyoool!!!”
Trian:”Yaudah lah ya.. ga ngerti sih. Biarin aja lah. Aku kan sabar J

            Beberapa minggu terakhir ini, Kimberly dan Trian menjadi teman dekat. Mereka mulai bersahabat. Kim sering mengunjungi rumahnya Trian. Kim berinisiatif untuk mengubah gayanya Trian agar menjadi sesosok Trian yang baru.

Trian: “Kim, aku ada PR nih. Ada yang aku ga ngerti. Mau ga ngajarin aku?”
Kim:”Boleh, tentang apa?”
Trian: Pelajaran fisika. Tentang momentum”
Kim:”Oh... itu. Ok, kalau udah ngerti pasti gampang. Mau kapan nih?”
Trian:”Nanti kamu bisa ga ke rumah aku? Kita belajar bareng..”
Kim:”Em... boleh. Lagian, hari ini aku ga ada les kok.”
Trian: “Ok, makasih ya Kim. Nanti sepulang sekolah aku jemput kamu ke kelas ya!”
Igy : “ eh! Aku boleh ikutan ga? Aku juga ga ngerti, ya boleh ya pliiss kalian kan baik"  (dengan wajah memelas)
Trian : “ oke oke, kamu boleh ikut”
Kim:”Yaaa

Saat di rumah Trian mereka belajar bersama...

Kim : “ jadi momentum itu adalah ....”
Trian:” oh gitu ya? Berarti untuk menyelesaikan soal yang ini tuh kita harus ngegabungin rumus GLBB sama cahaya?” (Kim bengong)
Trian:” Kim? Kamu gapapa? Kok ngelamun?” (sambil melambai-lambaikan tangan ke depan muka Kim)
Kim : “ eh sebenarnya loe itu punya tampang, cuman loe gabisa menata gaya loe aja”
Trian : “ oh iya?”
Kim : “ loe mau ga gue rubah penampilan loe jadi Trian yang baru”
Trian : “ emmm gimana ya?” (sambil menggaruk kepala)
Igy : “ mau aja lah yan, kamu kan ganteng..” (dengan wajah memelas)
Trian : “ oke oke boleh deh“
Kim : “ nah gitu dong! Gue yakin loe bakalan jadi populer !”
Trian:”Yaudah. Aku pasrah deh...”

            Keesokan harinya, Kim mengubah gayanya Trian. Dibantu oleh Igy, Hakim dan Lia.
(make over)

Kim:”Nah beres kan?! Gue suka gaya loe yang sekarang. Besok, loe harus bergaya kayak gini!”
Igy:”Subhanallah... kamu ganteng banget!”
Hakim:”Cay, gue ngiri sama loe. Loe jadi ganteng banget banget banget sekarang.                                                               Pasti banyak yang ngeceng loe deh!”
Trian:”ah.. lebay deh. Aku ga nyaman nih sama gaya yang kayak gini...”
Kim:”Coba aja dulu, pasti ntar loe bakal biasa deh..”
Trian: “Iya kim, aku coba.”

Hari pertama Trian masuk sekolah dengan gayanya yang baru, anak anak perempuan maupun laki laki di sekolahnya terpesona dengan Trian. Trian benar benar terlihat sangat tampan. Julukan Cowo terganteng di sekolah pun sudah tidak hanya untuk Diran lagi, melainkan untuk Trian.

Anis : (dengan wajah yang kaget dan terpesona) “IRIIINN!! Liat itu pecay deminya dia ganteng banget! Gue suka gaya dia yang sekarang!!!”
Irin : “Mana? Mana? Mana? Lo ya kalau udah urusan cowo pasti matanya cepet banget ngejarnya”
Anis : “Bukan gitu tapi liat itu ada perubahan dari pecay!! Ganteng banget!”
Irin : “iya iya tau, tapi oke juga sih gayanya. Bisa saingan tuh sama si Diran”
Anis : “apa bagusnya sih si Diran cuma modal tampang tapi sifatnya, hatinya, sikapnya kaya batu gitu. ga lah... mending Trian”
Irin : “Ohh.. yaudah ayo kesana, kita liat dia lebih deket nis!”
Anis : “oh ayo ayoo!! Baik banget deh lo rin”

Saat mereka berpapasan dengan Trian...

Irin : “hey cay! Gaya baru lo oke juga tuh..”
Trian :”makasih rin, ini juga bantuan kim sama lia ko”
Irin :”oh iya? Bagus ko bagus perubahannya”
Anis “bagus ko cay, makin aja dideketin sama cewe-cewe”
Trian : “ga ko, biasa aja kali nis gausah berlebihan gitu juga”
Anis :”emang serius, bukannya berlebihan. Yaudah gue ke kelas yaa, bye Trian! Ayo rin”

Anis memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Trian, Ia merasa senang. Tetapi ia melihat Trian menghampiri Kim, Anis pun merasa kesal dan cemburu.

Trian: “Hey Kim, hey Li!”
Kim dan lia:”Hey cay!”
Trian: “Make over kalian berhasil deh… orang orang bilang penampilan aku lebih bagus kayak gini daripada yang dulu.”
Kim:”Nah kan bener, keren kan ide aku?”
Trian:”Iya Kim, kamu emang selalu keren di mata aku.”
Kim:”Hah?”
Lia:”Ciyeee yang lagi ngegombal….”
Trian:”Eh, engga. Bukan gitu…”
Kim:”Ah ada ada aja deh. Yaudah cay, gue ke kelas duluan ya!”
Trian:”Dadah J

            Melihat kedekatan Trian dan Kim, Diran pun merasa bersalah dan berencana untuk meminta maaf  kepada mereka.

Diran :”jame, gue ngerasa bersalah sama apa yang gue udah lakuin ke kim”
Jame :”penyesalan selalu ada di akhir, lo nya juga malah ngikutin amarah lo pas mau mutusin si kim”
Diran :” iya gue nyesel, dan gue harus gimana?”
Jame :” coba aja lo minta maaf ke dia terus lo bilang kalau lo waktu itu lagi kesel dan cemburu kalau si kim deket-deket sama si pecay.”

            Lalu  Diran meminta maaf kepada Kim dan Trian, tetapi Kim tidak mau menerima Diran menjadi pacarnya kembali, Kim hanya ingin menjadi sahabatnya saja.
            Dilain tempat, Hakim, Trian, Kim, dan Lia sedang berkumpul, dan ternyata Hakim memiliki rasa kepada Lia.

Hakim :”Lia loe mau gak jadi pacar gue?”
Lia :"ehmm, gimana ya gue pikir-pikir dulu aja kali ya.”
Hakim :”oke, gue gak maksa ko, terserah loe aja deh. Tapi jangan lama-lama ya..
Lia :”iya..iya”
            Setelah hakim menyatakan cintanya kepada lia, lia bingung antara menerimanya atau menolak, tetapi tekadnya untuk menjaga persahabatan sepertinya sudah bulat.. tak berapa lama, lia menjawab.

Lia : “Hakim!!(memanggil dengan tangan melambai)
Hakim : “ ya? Ada apa?
Lia : “gue mau jawab pertanyaan loe tadi”
Hakim : “dan?”
Lia : “Sepertinya gue masih ingin ngejaga persahabatan kita, jadi maaf ya,..”
Hakim : “oh, ya deh, kalau itu mau loe, gapapa, gue terimaJ
            Dan akhirnya bel pulang berbunyi.. Trian dan Kim terasa semakin dekat, sebelum pulang Hakim, Trian, Lia, dan Kim berkumpul

Lia : “Aciee, kalian makin deket aja nih” (menepuk pundak Kim)
Kim : “Hemm, apaan sihh loe?”
Trian : “Biasa aja ahJ
Hakim : “eh, yan ayo kita pulang, gue udah ditunggu babeh nih!!”
Lia : “emm, emang loe mau kemana ?”
Hakim : “Biasa, ada acara keluarga..”
Lia: “Wah.. ga nyangka.. loe masih SMP udah berkeluarga ya. Ada acara keluarga mulu.”
Hakim:”yah.. cantik cantik suka ngeledek L
Trian : “Udah udah.. ada ada aja sih kalian.. loe duluan aja deh Kim, gue ada les nih..”
Hakim : “yasudah, goodbye friend!!”
Lia : “gue juga mau cabut duluan ya, bye”
Trian dan Kim : “byee!!”

            Perbincangan berakhir, tersisa Kim dan Trian, lalu mereka pulang dan berjalan bersama, karena kebetulan arah rumah mereka sama, disaat yang bersamaan Anis melihat Trian dan Kim, sesak hatinya, penuh rasa cemburu.. Atau anak ABG sekarang biasa menyebutnya “Galau”

Anis : “ih, kenapa ya Pecay bareng terus sama kim?”
Irin : “yaudalah, mungkin emang mereka mau pulang bareng :D?”
Anis : “dasar ya loe, gapernah ngertiin gue”
Irin : “hehehe, canda niss, ya jangan dipikirin lah, belum tentu juga kan mereka punya rasa satu sama lain.”
Anis : “iyajuga, tapi kan dia jadi ganteng banget sekarang, masa iya, si Kim ga ada rasa sedikitpun??
Irin : “udah ah, kita pulang yok? Gue udah laper..”
Anis : “ah, dasar makan mulu loe mah yang dipikirin!”

            Lalu mereka pulang, suasana sekolah sudah lengang, tak ada siswa lagi yang berada disana.. ketika di jalan , Kim berbincang – bincang dengan Si pecay..

Kim : “Cay, loe nyaman ga dengan penampilan kaya gitu??”
Trian : “emm, kemarin – kemarin sih kurang nyaman, cuman sekarang ya lumayan..”
Kim : “sipdeh,  kalau boleh jujur nih… gue suka sama gaya loe. Bener bener suka.”
Trian :”Masa sih? Kalau loe suka, gue jadi makin seneng nih sama penampilan baru gue..”
Kim:”Tapi… Ada yang gue ga suka nih cay.”
Trian:”Apa? Loe ga suka sama gue? Loe ga suka sama gue gara-gara apa? Biar gue berubah deh buat loe.”
Kim:”bukan cay bukan. Bukan loe. Tapi lingkungan sekitar loe. Setiap loe jalan, cewe cewe selalu merhatiin loe dalem dalem. Mereka kehipnotis gitu. Terus, setiap loe mau ngobrol sama gue, selalu susah. Loe dikerubungi sama anak-anak gitu…”
Trian:”Kim? Loe cemburu ya?”
Kim:”Engga engga.. bukan gitu, ya tapi… ah yaudah deh lupakan aja.”
Trian:”Kim, dengerin gue. Walaupun kita di kelas udah jarang share lagi, tapi kita masih punya banyak waktu buat bertukar cerita dan berbagi… Tenang aja Kim, mau sebanyak apa pun orang yang ngedeketin gue, tetep aja sahabat gue ya Cuma loe sama anak anak J
Kim:”Iya cay. Gue ngerti. By the way, gaya y aloe sekarang. Gue loe gue loe. Hahaha :D”
Trian:”Masa? Wah otomatis nih.. tiba tiba jadi ngubah gaya bicara gini, gapapa lah.. gaul dikit J
Kim:”Iya deh iya…”

            Anis, sang penggemar berat Trian pun selalu galau setiap malam. Anis melihat bintang bintang.. lau teringat pada Trian. Anis memperhatikan rintik hujan, ia pun teringat pada Trian. Anis sedang makan teringat pada  Trian. Apa yang sedang anis lakukan selalu dihiasi oleh wajah Trian di benaknya. Anis pun memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya kepada Trian.

(menelfon)

Anis:”Malem, hi cay!”
Trian:”Hallo, maaf ini siapa? Jika tidak ada kepentingan, tolong tinggalkan pesan. Saya sedang sibuk…”
Anis:”Eh cay, ini gue.. anis. Penting nih, please.. gue mau ngomong sama loe.”
Trian:”oh Anis, apa nis?”
Anis:”To the point aja ya cay.. gue ga kuat galau terus. Jadi ga konsen sama pelajaran. Loe tau? Gue ngegalauin loe. Gue mikirin loe terus. Cay, gue suka sama loe. Ga Cuma suka, gue selalu merhatiin gerak gerik loe. Gue sayang sama loe.”
Trian:”Wah? Nis? Baru kamu loh yang bilang suka sama aku. Seumur hidup, aku ga pernah ngedenger kata suka dari seorang cewe. Eh, kecuali Kim sih…”
Anis:”Kim lagi kim lagi. Bisa ga sih loe lupain Kim dulu…”
Trian:”Iya nis maaf. Em, gini nis. Aku masih harus focus belajar dulu. Aku gak mau waktu belajar aku terbuang sama hal hal kayak begini. Makasih untuk kasih sayang kamu ke aku, aku hargai itu semua. Aku juga sayang sama kamu. Sayang sebagai teman. Kamu juga bisa kan sayang ke aku sebagai teman?”
Anis:”Iya, aku bisa ko. Makasih cay.”

            Seketika, Anis pun menangis. Anis tidak kuat menahan perasaan sedih, kesal dan kecewa yang berkecambuk dalam hatinya. Tiba-tiba, anis kesal kepada Kim yang ia anggap telah menghancurkan hidupnya. Keesokan harinya, Anis pun berbicara dengan Kim.

(Kim sedang belajar dengan Lia)

Anis:”Heh Kim!”
Kim:”Eh anis. Ada apa nis? Tumben nih ke kelas gue…”
Anis:”Kim! Loe ga ngerti apa yang gue rasain. Gue sakit Kim, sakit.”
Kim:”Sakit? Apaan sih? Ga ngerti..”
Anis:”Aduh, gini ya Kim.. Loe harus tau. Gue suka sama Trian si Pecay. Gue gala u terus tiap hari inget dia. Gue ga suka liat loe deket banget sama Trian. Nyesek tau.”
Kim:”Nis, gue ga maksud bikin loe sakit. Serius, gue sama Trian deket sebagai sahabat. Trian ga pernah ngungkapin apa apa ke gue, begitu pun gue ke dia. Maaf nis, jangan salah paham.”
Anis:”Kim! Loe tuh ga ngerti sih. Coba loe ada di posisi gue, loe bakal ngerasain sakit yang bener bener bikin loe sedih tiap hari.”
Kim:”Nis, please jangan marah gitu. Kalau loe berpendapat bahwa gue salah, apa yang bisa gue lakuin buat loe? Mungkin itu semua bisa bikin rasa sakit loe berkurang.”
Anis:”Ada. Jauhin Trian. Jangan deketin dia lagi. Bisa?”
Kim:”Hah? Tapi… Trian sahabat gue. Nis jangan dong nis!”
Anis:”Tuh kan lu egois.”
Kim:”Yaudah gue turutin keinginan loe.”
Anis:”Deal?”
Kim:”Deal.”

            Dengan berat hati, Kim pun menjauhi Trian demi Anis. Kim berkorban. Kim mengorbankan persahabatannya demi mengobati sakit hati Anis.  Setiap Trian mendekati Kim, ia menghindar. Setiap Trian mengajak Kim pulang bersama, Kim selalu menolak dan memiliki sejuta alasan untuk tidak pulang bersama Trian.
            Trian pun menyadari sikap Kim yang berubah drastis tersebut. Trian kebingungan dan meminta bantuan kepada Diran, Jame, Hakim, Igy dan Lia.

Diran:”Eh cay, tumben tumbenan loe ngajak gue sama Jame ngobrol bareng. Ada apa nih?”
Jame:”Iya. Tumben banget. Ada apa?”
Trian:”Gini guys, Kim berubah nih. Dia jadi ngejauh gitu dari gue. Ada yang tau ga kenapa?”
Hakim:”Masa sih? Kim ga mungkin kayak gitu tanpa alasan Cay, dia tuh semuanya pasti logis deh. Pasti ada alasannya.”
Lia:”Bener tuh kata Hakim, gue juga ngerasa sih kalau Kim ngejauh dari loe.”
Igy:”Kasihan tuh pecay, tiap hari sedih terus gara-gara ga bisa barengan sama Kim.”
Jame:”Kira-kira… kenapa ya ?”
Diran:”Iya, kenapa ya? Kasihan tuh si Pecay, galau.”
Hakim:”Eh, bentar deh. Bukannya loe masih berharap pada seorang Kim ya dir? Lu masih pengen balikan kan?”
Diran:”Idih so tau banget. Engga lah kim. Gue sama Kimberly udah sahabatan. Bukan HTS atau CLBK atau apa lah.. gue udah anggep Kim sebagai adik perempuan gue. Lagian, gue sadar kok kalau pacaran itu belum layak buat anak seumuran kita.”
Igy:”Tuh dengerin Hakiiim! Jangan ngarepin Lia terus.”
Lia:”apa sih gy…”
Trian:”Serius tuh ran? Loe ga ngarep Kim lagi?”
Diran:”Serius… gue ngedukung loe malah cay.”
Trian:”em.. bener juga sih kata Diran. Pacaran tuh belum saatnya ya buat kita.”
Jame:”Eh woy woy perhatian woy! Semua mata tertuju ke gue. Liat sini, denger baik baik. Kalau ada yang ga ngerti nanya ya. Diem semua shut up and “jempe”.
Igy:”Aduh, apa sih Jame?”
Jame:”Gue baca di twitter.. Anis bikin status gitu. Isinya : ‘Asik! Mereka udah jadi jauh. Udah ga pernah ngobrol lagi. Gue jadi ga galau lagi deh. Berhasil nih ancaman gue.’ Gitu katanya.”
Lia:”Hah? Serius loe?”
Diran:”Gue ngerti… Anis udah ngancem Kim supaya Kim menjauh dari Trian.”
Trian:”Hus. Jangan Suudzan dulu. Belum tentu Kim kayak gini gara-gara Anis kan?”
Igy:”Iya. Pecay bener tuh. Belum tentu kan Anis yang menyebabkan ini semua.”
Lia:”Yaudah, besok gue tanya ke Kim deh.”
Trian:”Jangan… yaudah. Biar gue yang nanya aja ke Anis. Anis pasti mau jujur ke gue. Gue takut kalau Lia nanya ke Kim, Kim ga mau jujur. Kim kan ga pernah mau ngeliatin kesalahan orang lain..”
Lia:”Ok, nanti malem loe telfon anis ya.”
Trian:”Siap.”

            Malam harinya, Trian pun menelfon Anis dan bertanya apa yang sesungguhnya terjadi antara Anis dan Kim.

Trian:”Halo? Ini Anis?”
Anis:”Hi cay.. tumben nih. Ada apa?”
Trian:”Mau nanya nis… sebenernya, loe ngomong apa sih ke Kim? Apa yang loe lakuin ke Kim? Gue Cuma mau tau Nis. Gue percaya sama loe. Loe bakal jujur kan ke gue?”
Anis:”Gue ga ngapa ngapain Kim ko. Serius.”
Trian:”Gue butuh kejujuran dari loe Nis. Loe cewe yang baik, gue ga suka loh cewe yang suka bohong.”
Anis:”Eh, cay… engga cay gue ga bohong.”
Trian:”Nis, Kim jadi jauh sama gue. Dia ngejauhin gue terus. Nis, kalau gue jauh dari Kim, hidup gue hampa nis. Gue sedih terus. Loe rela nih gue sedih terus? Gue jadi jarang senyum kan? Loe liat? Jadi, please jujur ke gue.”
Anis:”Ok cay gue ga bisa bikin loe sedih gini terus. Gue jujur. Gue ngancem Kim biar ngejauhin loe.”
Trian:”Nis, cara yang loe lakuin salah. Untuk deket sama gue, loe ga harus nyuruh Kim menjauh dari gue. Loe udah bikin gue sedih nis.”
Anis:”Iya cay. Maaf. Gue salah.”
Trian:”Nis.. iya gue maafin ko. Gini nis, kita bisa jadi sahabat deket ko. Tapi please, jangan pernah ngerusak persahabatan orang lain. Kim yang bisa bikin hidup gue berwarna.”
Anis:”iya. Gue ngerti sekarang. Kim emang berarti banget buat loe. Gue ga berharap loe jadi milik gue. Gue Cuma mau loe jadi sahabat gue. InsyaAllah… gue bisa berhenti berharap.”
Trian:”Iya nis. Makasih atas pengertiannya..”

            Trian telah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Kim. Trian pun meminta sahabat sahabatnya berkumpul, termasuk Kim.

Trian:”Udah ngumpul semua kan?”
Jame:”Sudah. Sok. Bush! Cepat!”
Trian:”Gue ngumpulin kalian disini biar persahabatan kita jadi semakin erat. Anis dan Irin udah jadi bagian dari kita sekarang. Kim? Lu ko nunduk terus sih?”
Kim:”Gapapa kok.”
Hakim:”Cay.. sekarang cay. Jelasin ke Kim.”
Trian:”Kim? Gue udah tau alasannya kenapa loe ngejauhin gue. Loe gamau anis sakit hati kan? Loe disuruh sama Anis kan untuk melakukan ini semua?”
Kim:”Engga ko. Bukan gara-gara Anis.”
Anis:”Udah lah kim. Lu baik banget sih. Gue udah bilang semuanya ke Trian. Trian udah ngerti dan tau semuanya. Udah lah Kim J
Kim:”gue gamau Anis sakit hati.”
Igy:”Anis ga sakit hati kok. Dia udah bisa berhenti berharap ke Trian. Anis udah bisa nganggep Trian sahabatnya.”
Irin:”Anis juga seneng kok kalau loe deket lagi sama si Trian Pecay.”
Lia:”Kim.. udah lah… loe ga usah bersandiwara lagi.”
Jame:”begitu pula Diran, dia udah ga ngarep balikan lagi sama loe Kim. Diran udah nganggep loe adik sendiri.”
Lia:”Bener tuh.”
Irin:”Iya ya..”
Kim:”Ok, gue emang ngebohongin perasaan gue sendiri. Sebenernya… gue suka sama Pecay. Waktu gue jauh dari Pecay, gue sedih banget. Gue kehilangan temen yang selalu dengerin curhatan gue. Gue ga bisa belajar bareng lagi dan ga bisa pulang bareng lagi.”
Trian:”Kita ngerasain hal yang sama. Gue juga ngerasa gitu. Kim… gue suka sama loe sejak pertama kita sahabatan.  Loe baik dan selalu ngerti apa yang gue rasain.”
Kim:”Maaf ya cay, gue sempet bikin loe sedih dan kecewa. Maaf gue udah ngejauh dari loe.”
Trian:”Iya. Gue maafin. 1 hal yang gue minta dari loe.”
Kim:”apa?”
Trian:”Jaga persahabatan kita ya. Jangan jauh dari gue.”
Kim:”Em… gimana ya?! Ok deh J
Trian:”Em.. loe kan udah ngaku kalau loe suka sama gue. Gue juga udah ngaku kalau gue suka sama loe… jadi…..”
Kim:”Eh.. engga ya engga! Gue mau focus dulu sama belajar.”
Trian:”Idih? Siapa juga yang ngajak pacaran.. gue mau bilang kalau kita itu masih sekolah dan belum layak untuk pacaran. Fokus sama belajar dulu. Walaupun rasa suka dan cinta monyet itu wajar, jangan jadikan semua itu penghambat proses belajar dan pengembangan diri. Jadikan semua itu sebagai motivasi. Jadi, dengan cinta di masa remaja.. kita bisa maju. Untuk saat ini, persahabatan memang lebih asik dan nyaman buat kita. Setuju?”
All:”Setuju!”
Hakim:”Gue ngerti. Lia, tar aja ya kalau udah dewasa hehe.. sekarang kita sahabatan dulu aja ok?”
Lia:”Apaan sih Hakim… malu tau malu.”
Diran:”No pacaran. Fokus. Demi masa depan. Say yes for Friendship!”
Jame:”Nah, kan semua masalah udah beres. Sekarang masalah gue yang belum beres.”
Irin:”Apaan?”
Jame:”Gue laper nih. Dari tadi ngobrol terus. Mending kita ke kantin yuk. Makan!”
Anis:”bener! Spesial hari ini, untuk persahabatan kita yang InsyaAllah awet selamanya… kalian makan di kantin dan gue yang traktir!”
Hakim:”Yeah~”
Jame:”Come On Guys!”

            Akhirnya mereka pun menjadi sahabat dan mereka selalu menjaga persahabatannya agar ‘awet’ sampai tua nanti. Mereka berhasil mengukir sejarah dalam hidup mereka. Mereka berhasil mendapatkan kisah kasih di sekolah yang tidak mungkin bisa dilupakan.
            Dengan tekad baru mereka, yaitu tidak pacaran dulu… mereka berhasil meraih nilai UN yang memuaskan. Mereka diterima di SMA favorit tujuan masing-masing. Mereka semua sangat bahagia dan berterima kasih satu sama lain atas motivasi dan semangatnya dalam bidang akademis.